Persaudaraan Tanpa Batas di Jalur Pantura. Menyatukan para pecinta Honda CB klasik dengan semangat solidaritas dan BROTHERHOOD.
Sejak 2004
PECAT: Lebih dari Sekadar Mesin, Ini Tentang Hati dan KeluargaBagi sebagian orang, suara knalpot CB yang khas mungkin hanyalah kebisingan. Namun, bagi mereka yang bernaung di bawah bendera PECAT (Pecinta CB Asli Tegal), suara itu adalah detak jantung...
31 Jul 2026
EX TERMINAL TEGAL
Ungkapan "CB Bukan Sekadar Komunitas" sering digunakan oleh para pecintanya karena Honda CB telah berkembang menjadi sebuah identitas, gaya hidup, dan simbol solidaritas yang kuat di Indonesia. Berikut adalah beberapa alasan mengapa CB dianggap lebih dari sekadar perkumpulan motor: 1. Gaya Hidup dan Identitas (Lifestyle) Bagi banyak orang, terutama di daerah seperti Nganjuk (yang dijuluki Kota CB), memiliki dan merawat CB adalah cara hidup. Ini bukan hanya soal hobi otomotif, tapi juga tentang kebanggaan terhadap motor klasik yang tetap prima dan ikonik. 2. Solidaritas Tanpa Batas (Brotherhood) Komunitas CB dikenal dengan rasa persaudaraannya yang sangat kental. Hubungan antar anggota sering kali melampaui sekadar kumpul-kumpul; mereka membangun ikatan emosional yang kuat dan saling mendukung baik di jalan maupun di kehidupan sosial. 3. Wadah Kreativitas dan Pelestarian CB menjadi media bagi para pemiliknya untuk mengekspresikan diri melalui modifikasi, mulai dari restorasi original hingga gaya herex. Selain itu, komunitas ini berperan dalam menjaga keberadaan motor-motor tua agar tetap eksis di jalanan modern. Sisi Lain: Tantangan dan Stigma Namun, slogan ini terkadang mendapat konotasi negatif akibat aksi oknum yang meresahkan masyarakat. Beberapa kejadian viral menunjukkan perilaku yang kurang terpuji, seperti: Insiden Minimarket: Ratusan anggota komunitas CB pernah membuat keributan di sebuah minimarket di Nganjuk, yang menyebabkan kerugian jutaan rupiah karena barang diambil tanpa bayar dan lantai dikotori. Stigma Negatif: Akibat tindakan oknum tersebut, muncul istilah sindiran seperti "Celeng Babi" (plesetan dari CB) atau sebutan "hama" dari netizen yang merasa terganggu dengan perilaku arogan di jalan. Secara keseluruhan, CB tetap menjadi salah satu komunitas motor terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang lewat kecintaan pada motor klasik.
8 Tips Merawat Motor Klasik Dipanaskan Pertama Anda wajib memanaskan atau menghidupkan mesin selama beberapa saat. Hal itu bisa dilakukan setiap hari, cukup lima sampai 10 menit saja. Dengan begitu mesin akan bekerja rutin sehingga komponen di dalam jantung pacu tidak macet dan dapat bekerja lebih lancar. Kemudian tujuannya juga agar aki bisa terisi kembali serta oli mesin bersirkulasi, jadi kondisi motor pun terjaga. Pakai Standar Dua Cara merawat motor klasik selanjutnya adalah dengan menggunakan standar dua ketika dipajang di rumah. Bertujuan menjaga keawetan dan bentuk ban tetap sempurna. Selain itu guna menjaga kestabilan shock yang cenderung terbebani di sebelah kiri. Jadi nyaman dikendarai di jalan raya. Jaga Kebersihan Nah sebagai pemilik motor klasik, ada baiknya Anda rutin mencuci. Hal ini agar terhindar dari kotoran yang susah dihilangkan maupun karat membandel. Tentu Anda tidak mau bukan kendaraan menjadi keropos karena jarang dibersihkan. Rajin mencuci juga sebagai cara menjaga cat dan tampilan motor tetap sempurna. Rajin Ganti Oli Tips merawat motor klasik keempat adalah jangan lupa mengecek kondisi oli mesin, pastikan volumenya tidak berkurang. Untuk penggantian pelumas tergantung dari kebutuhan kendaraan. Bisa sebulan, tiga atau enam bulan sekali. Hal ini penting dilakukan agar oli tidak mengendap dan mengental karena jarang bersirkulasi. Lalu sebisa mungkin pakai pelumas berkualitas. Perhatikan Pengapian Salah satu masalah yang membuat motor tua atau antik sulit dinyalakan karena sistem pengapiannya rusak, oleh karena itu penting dijaga. Apalagi sebagian motor tua masih menggunakan sistem platina. Butuh penyetelan agar dapat berfungsi normal. Akan tetapi, jika tidak ingin repot Anda bisa mempertimbangkan untuk mengubahnya ke sistem CDI (Capacitor Discharge Ignition) yang minim masalah.
Seri Honda CB bermula pada tahun 1959 dengan Benly CB92 Super Sport, yang menandai langkah awal Honda dalam memproduksi motor supersport berkinerja tinggi. Nama "CB" sering dikaitkan dengan City Bike atau City Bike Racer, yang dirancang untuk penggunaan jalan raya. Di Indonesia, CB sangat legendaris, terutama seri CB100/125 pada 1970-an, hingga seri modern CB150R StreetFire yang hadir sejak 2012. Berikut adalah poin-poin penting dalam sejarah Honda CB: Awal Mula (1959): Benly CB92 Super Sports diluncurkan, menandai komitmen Honda pada performa tinggi. Era 1960-an (CB450): Honda merilis CB450K0 pada 1965, yang sering dianggap sebagai kakek buyut CB modern dan menjadi tonggak motor 4-tak berkecepatan tinggi. Era 1970-an & CB Gelatik: Di Indonesia, CB100 diproduksi mulai tahun 1971. Salah satu yang paling ikonik adalah CB100 K2 atau "CB Gelatik" (1972-1975). CB100 K3 (1976-1981) juga populer dengan desain tangki khas. Evolusi (CB450/CB500/CB750): Seri CB berkembang dengan berbagai kapasitas mesin, termasuk CB450 "DOHC" dan CB500 "Four", yang menetapkan standar motor 4 silinder. Era Modern (CB150R): Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan kembali seri CB di Indonesia dengan CB150R StreetFire pada Desember 2012, yang kini telah berevolusi menjadi motor naked sport modern dengan mesin DOHC. Honda CB di Indonesia dikenal sebagai motor yang andal, hemat bahan bakar, dan memiliki desain klasik yang digandrungi oleh kolektor maupun pecinta modifikasi.
Jadilah bagian dari persaudaraan kami. Daftarkan dirimu, lengkapi profil, dan dapatkan akses eksklusif ke jadwal touring, merchandise, serta ID Card resmi PECAT Tegal.